بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari al-Haitsam bin 'Adi, dari ayahnya, ia menuturkan bahwa pada perang Uhud, mata ayahnya yaitu Qatadah bin an-Nu'man ra terluka sehingga keluar bola matanya. Beliau mengalami sakit yang sangat dan diprediksi harus diputus yang tentu akan mengakibatkan buta selamanya.


Saat itu, ia pun memberanikan diri datang menghadap Nabi SAW dengan menunjukkan biji matanya, "Apa ini, Qatadah?" tanya Beliau saw kaget. "Ya, seperti yang engkau lihat, yaa Rasulallah!" kata Qatadah sedih. 


Kemudian Beliau saw berkata,
"Kalau kamu mau bersabar, surgalah balasannya. Tetapi kalau kamu ingin matamu kembali seperti semula, maka aku akan berdoa kepada Allah untuk hal itu."


"Wahai Rasulallah, -kata Qatadah-, sesungguhnya surga adalah balasan dan pemberian yang sangat agung. Tetapi saya adalah orang yang sangat mencintai perempuan. Bagaimana nanti kata mereka setelah diketahui bahwa mata saya juling. Mereka akan menolak cinta saya. Oleh karena itu, saya mohon engkau sembuhkan mata saya lalu berdoa kepada Allah agar saya dapat masuk surga." demikian Qatadah memelas. 

"Baiklah, aku akan melakukannya untukmu, wahai Qatadah." kata Rasulullah SAW.


Setelah berdoa kepada Allah, Rasulullah saw memegang biji mata Qatadah dari tangannya lalu mengembalikannya di tempat semula. Sejak saat itulah, kedua biji mata Qatadah terlihat indah berseri sampai ia meninggal dunia. Dan beliau saw pun mendoakannya agar ia termasuk ahli surga.

(HR. Abdul Baqi dalam Mu'jam ash-Shahabah, al-Asqalani dalam al-Ishabah, dan as-Syuyuthi dalam ad-Durr al-Mantsur)



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن