بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari Unaisah binti Zaid ibn Arqom, dari ayahnya bahwa Nabi SAW menemui Zaid untuk menjenguknya saat ia sakit. Beliau bertanya, "Sakitmu ini tak berbahaya, tetapi bagaimana jika engkau masih hidup sepeninggalku tapi kamu buta?"



Ia menjawab, "Aku bermuhasabah dan bersabar." 

Beliau bersabda, "Kalau begitu kamu masuk surga tanpa hisab."

Unaisah berkata, "Maka sepeninggal Rasulullah SAW., Zaid menjadi buta, lalu Allah SWT mengembalikan penglihatannya sebelum ia wafat."

HR. al-Baihaqi dalam Kitab Dala'il an-Nubuwah. 


Notes: Sesungguhnya Rasulullah SAW mengetahui yang akan terjadi didepan, sehingga ucapannya adalah penglihatannya didepan. Ucapannya dari Nur Ilahiyah. Sedangkan sayangnya Rasulullah pada sahabatnya yang ini adalah doanya (yang insya Allah dikabulkan dan menjadi ketetapan) dimana Sahabat tersebut akan masuk surga tanpa hisab, karena ridlo dan sabar akan kebutaannya itu kelak. Karena dunia adalah ujian. Sahabatnya berhasil menempuh ujian didepan tersebut dengan bekal kejadian ini. Begitulah Rasulullah saw mementingkan akhirat yang kekal dibanding kesenangan dunia yang sementara.




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن