بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Beliau adalah orang yang sangat zuhud, tidak bergantung pada hal-hal dunia, seorang wali besar, banyak waktunya ia gunakan untuk beruzlah (mengasingkan diri), jarang sekali keluar rumah kecuali untuk shalat Jum'at. Ia hanya belajar di rumahnya. Ia adalah orang yang selalu berpegangan teguh pada sunah dan banyak mempunyai karamah.


Diceritakan, suatu ketika Syekh Utsman bicara dengan anak dari saudara laki-lakinya, beliau berkata, "Aku akan memberitahumu tentang mimpiku, tolong jangan beri tahu orang lain. Namun jika aku tela mati terserah kamu. Aku bermimpi melihat Nabi saw kemudian ia merendahkan badannya daripadaku dan menciumku, diantara kedua mataku. Aku berdoa, 'Yaa Allah semoga Kau jadikan itu sebagai titipan dan simpanan, maka ampunilah aku wahai Zat Yang Maha Mengampuni.' Maka aku berpikiran, bahwa umurku tidak lama lagi."

Keponakan itu bertanya dengan herannya, "Kenapa begitu?" Beliau kembali melanjutkan perkataannya, "Sesungguhnya Khatib bin Nabatah bermimpi melihat Nabi SAW, ia dicium didalam mimpinya dan ia hidup hanya dua belas hari setelahnya."

Kurang dari sepuluh hari dari kejadian tersebut, Syaikh Utsman bin Abdullah meninggal dunia. Beliau wafat tahun 713H. Pada saat meninggal beliau berumur 63 tahun. Sama dengan umur Nabi saw ketika Beliau wafat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Syarji.


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن