بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Ia lebih dikenal dengan nama al-Ustadz al-A'dzam al-Faqih al-Muqoddam Abu Alii Jamal al-Muslimin wa al-Islam. Poros para ulama, maha guru syariah dan imamnya para imam thariqoh dan hakikat. Ilmu dan tasawufnya sangat dalam dan luas. Ia pernah tinggal di kutub bumi selama 120 hari. Demikian seperti yang dikatakan oleh Syekh Abdur Rahman as-Saqqof ra.

karamah auliya al faqih al muqaddam
ilustrasi kutub bumi

Diantara karomahnya yaitu ketika pelayannya melakukan perjalanan yang lama di Afrika. Kemudian terdengar oleh keluarganya bahwa pelayan itu telah mati. Merekapun sedih lalu datang kepada al-Ustadz, maka ia menunduk sejenak lalu berkata, "Ia tidak mati di Afrika." Maka ada yang berkata, "Tapi telah ada kabar bahwa ia mati." Ia menjawab, "Aku mencarinya di surga tapi tidak ada, dan si fakir itu tak akan masuk neraka." Kemudian datanglah berita bahwa ia masih hidup dan beberapa saat kemudian iapun pulang. 

Karomah yang lain terlihat pada masa kecilnya. Al-Ustadz tidur qoilulah dan baru terbangun saat iqomah. Ia pun menunjuk ke arah timba, lalu timba itupun keluar dari dalam sumur dalam keadaan penuh air. Ia pun berwudlu dan tidak ketinggalan jama'ah.

Beliau ra memberitahukan hal-hal aneh yang kemudian hal itu benar-benar terjadi. Seperti ia memberitahukan bahwa Baghdad akan tenggelam, kemudian sungai Tigris meluap dengan dahsyat hingga air memasuki pagar kota. Rumah si menteri, gudang Khalifah beserta tiga ratus tiga puluh rumah roboh. Banyak orang yang mati tertimpa rumah itu dan hanyut dalam air. Peristiwa tersebut benar-benar terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 654H. 

Beliau juga pernah memberitahukan bahwa Masjid Nabawi akan terbakar, dan terbukti Masjid terbakar pada bulan yang sama di tahun yang sama. Ia juga memberitahukan tentang Perang Tartar, sebuah musibah yang tiada duanya di jagad ini, yang mengandung segala keburukan dan cacat. Kemudian sang Khalifah terbunuh pada bulan Safar tahun 656H. Ketiga hal tersebut benar-benar terjadi setelah ia wafat.

Ia juga pernah memberitahukan bahwa akan ada banjir besar yang terjadi di Hadlromaut, kemudian lembah-lembahnya mengalir dan menenggelamkan banyak negeri, menewaskan hampir empat ratus jiwa manusia. Dan itu terjadi. 

Syekh ra wafat di Kota Tarim pada tahun 653H, pada usia 79 tahun. 



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن