Karomah Wali

Karomah Syekh Ar-Rabi' bin Kharasy ra

abu muhammad - Friday, December 27, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Beliau termasuk salah satu tabi'in. Ats Tsa'labi menuturkan dalam al-Ulum al-Fakhirah fi Ulum al-Akhirah: As-Suhaili menuturkan riwayatnya setelah kisah Zaid bin Kharijah al-Anshari yang dapat bercakap-cakap setelah kematiannya, dimana hal ini mendapat pembenaran dari Nabi Muhammad SAW.
makam baqi

Ia berkata, "Cerita ini sama dengan cerita ar-Rabi' bin Kharasy, saudaranya Rub'i bin Kharasy." Rub'i mengkisahkan, "Ketika saudaraku meninggal dan kami duduk disampingnya untuk mengkafaninya, tiba-tiba wajahnya merekah dan berkata, 'Assalamu'alaikum.' Aku menjawab, 'Subhanallah, apa yang terjadi setelah mati?' Jawabnya, 'Tuhanku menjumpaiku dengan ruh dan semerbak keharuman, tanpa sedikitpun tergurat raut kemarahan, lalu Tuhanku menyelimutiku dengan pakaian hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal. Maka segeralah menyusulku bertemu dengan Baginda Rasulullah SAW., sungguh, beliau telah bersumpah bahwa seseorang tidak akan beruntung sampai ia bertemu dengan beliau, dan sungguh perkaranya tidak seremeh apa yang kalian sangka, maka jangan sampai kalian tertipu.'" Kemudian ia kembali mati.



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Nabi Menyembuhkan Mata Sahabatnya Yang Cacat

abu muhammad - Friday, December 20, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari al-Haitsam bin 'Adi, dari ayahnya, ia menuturkan bahwa pada perang Uhud, mata ayahnya yaitu Qatadah bin an-Nu'man ra terluka sehingga keluar bola matanya. Beliau mengalami sakit yang sangat dan diprediksi harus diputus yang tentu akan mengakibatkan buta selamanya.


Saat itu, ia pun memberanikan diri datang menghadap Nabi SAW dengan menunjukkan biji matanya, "Apa ini, Qatadah?" tanya Beliau saw kaget. "Ya, seperti yang engkau lihat, yaa Rasulallah!" kata Qatadah sedih. 


Kemudian Beliau saw berkata,
"Kalau kamu mau bersabar, surgalah balasannya. Tetapi kalau kamu ingin matamu kembali seperti semula, maka aku akan berdoa kepada Allah untuk hal itu."


"Wahai Rasulallah, -kata Qatadah-, sesungguhnya surga adalah balasan dan pemberian yang sangat agung. Tetapi saya adalah orang yang sangat mencintai perempuan. Bagaimana nanti kata mereka setelah diketahui bahwa mata saya juling. Mereka akan menolak cinta saya. Oleh karena itu, saya mohon engkau sembuhkan mata saya lalu berdoa kepada Allah agar saya dapat masuk surga." demikian Qatadah memelas. 

"Baiklah, aku akan melakukannya untukmu, wahai Qatadah." kata Rasulullah SAW.


Setelah berdoa kepada Allah, Rasulullah saw memegang biji mata Qatadah dari tangannya lalu mengembalikannya di tempat semula. Sejak saat itulah, kedua biji mata Qatadah terlihat indah berseri sampai ia meninggal dunia. Dan beliau saw pun mendoakannya agar ia termasuk ahli surga.

(HR. Abdul Baqi dalam Mu'jam ash-Shahabah, al-Asqalani dalam al-Ishabah, dan as-Syuyuthi dalam ad-Durr al-Mantsur)



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Air Memancar dari Jari-Jemari Rasulullah (2)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Pada Perang Hudaibiyah, para prajurit banyak yang kehausan. Rasulullah SAW sendiri mempunyai bejana berisi air. Setelah berwudlu dari bejana itu, beliau saw berkata di hadapan para sahabatnya, "Apakah kalian juga ada air untuk berwudlu?" Mereka menjawab, "Kami tidak mempunyai air yang cukup untuk berwudlu. Untuk keperluan minumpun, kami mengambilnya dari bejana yang engkau punya."

Maka Nabi saw meletakkan tangannya di bejana tersebut. Tiba-tiba air keluar dengan deras dari sela-sela jari beliau saw bagaikan sumber air.

Dari air itulah, kami minum dan berwudlu, "Berapa orang mereka saat itu?" Tanya saya (rawi) pada Jabir. Jabir menjawab, "Kami berjumlah lima belas ribu orang. Sementara air itu banyak sekali dan cukup untuk kapasitas seratus ribu orang." (HR. Bukhari)

ilustrasi jari menyentuh air

Dalam riwayat lain, masih dari Sayidina Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW berkata, "Hai Jabir, umumkan pada mereka untuk berwudlu. Jangan sesekali mereka meninggalkan wudlu!" Jabir menjelaskan, "Wahai Rasulallah, saya tidak menemukan air, walau setetes pun di kalangan mereka." 

Adapun Rasulullah saw biasanya ada seorang Anshar yang dengan rutin memberikan airnya untuk Beliau saw. Maka Beliau saw menyuruh saya untuk mendatangi orang Anshar tersebut.

Setibanya di rumahnya, saya hanya menemukan sedikit air di sebuah gerabah (kantong air yang terbuat dari kulit) yang menyantel di kayu. Jika saya menumpahkannya, tentu jatah air minum dia akan habis. Tetapi Rasulullah saw tetap menyuruh saya untuk membawa gerabah itu ke hadapannya.

Selanjutnya Rasulullah saw memegang gerabah itu dengan tangannya sambil berdoa. Kemudian Beliau saw menyuruh saya untuk menumpahkan air yang ada di gerabah itu ke sebuah mangkok besar. Setelah saya mencari mangkok pada mereka, akhirnya ada orang yang mengantarkannya pada saya. Mangkok itu langsung saya berikan pada Rasulullah saw.

Beliau saw meletakkan kedua tangannya di atas mangkok itu sambil mereggangkan jari-jemarinya. Setelah meletakkan tangannya di bawah mangkok tersebut, beliau saw berkata, "Hai Jabir, tumpahkan mangkok itu padaku dan bacalah Basmalah!" Maka saya pun menumpahkannya pada Beliau saw sambil membaca Basmalah.

Tiba-tiba saya melihat air keluar dari sela-sela jari Rasulullah saw. Kemudian Beliau saw memisahkan mangkok itu. Dan airpun berputar sampai penuh. Setelah itu, Beliau saw berkata, "Hai Jabir, panggillah siapa saja yang membutuhkan air!"

Begitulah saya memanggilnya, mereka pun berdatangan dan minum sampai puas. Lalu Rasulullah saw mengangkat tangannya dari mangkok itu." (HR. Muslim)




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Air Memancar dari Jari-Jemari Rasulullah (1)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Anas bin Malik ra menuturkan, bahwa suatu ketika Nabi saw berada di Zaura'. Beliau saw dibawakan sebuah tempat yang berisi sedikit air. Kemudian beliau saw menyuruh para sahabatnya untuk berwudlu dengan air tersebut. Setelah beliau meletakkan telapak tangannya di air itu, tiba-tiba air dengan deras memancar dari sela-sela dan ujung jarinya, sampai mereka selesai berwudlu.

"Berapa jumlah kamu itu?" tanya perawi pada Anas ra. Anas menjawab, "Kami berjumlah tiga ratus orang." (HR. Muslim dan al-Baihaqi)

ilustrasi air untuk wudhu

Ibnu Abbas ra meriwayatkan, pada suatu pagi Rasulullah SAW mengadakan perjalanan bersama para sahabatnya, rupanya mereka telah kehabisa air. Seseorang mengadukan hal itu pada Nabi SAW., "Wahai Rasulallah, persediaan air di kalangan para prajurit telah habis." Kemudian Beliau saw bertanya, "Apakah kamu mempunyai sedikit air?" "Ya," jawab orang itu. "Kalau begitu, bawa air itu padaku!" Maka orang tersebut membawa sebuah wadah kepunyaannya yang berisi sedikit air.

Selanjutnya Rasulullah SAW meletakkan jari-jemari tangannya di bibir wadah sambil meregangkannya. Tiba-tiba ada sumber air memancar dari sela-sela jarinya. Lalu Beliau saw menyuruh Bilal ra untuk mengumandangkan wudlu pada mereka, "Panggillah orang-orang untuk berwudlu dari air yang diberkahi ini" (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

Dari Abdullah, ia berkisah, suatu saat kami melakukan perjalanan bersama Rasulallah saw. Para prajurit mengeluhkan kurangnya persediaan air. Kemudian ada orang yang membawa sebuah wadah berisi air pada Nabi saw. Maka beliau saw meletakkan tangannya di wadah itu sambil meregangkan jari-jarinya. Tiba-tiba -kata Abdullah- saya melihat air memancar dari jari-jemari Rasulullah saw. Beliau berkata, "Marilah kita berwudlu dan mengambil keberkahan dari Allah Ta'ala"

Al-A'masy menuturkan sebuah riwayat yang diterimanya dari Salim bin Abul Ja'd, ia bertanya pada Jabir bin Abdullah, "Berapa jumlah para prajurit pada saat itu?" Jabir menjawab bahwa semuanya ada 1500 (seribu lima ratus) personel." (HR. Bukhari)




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Gunung Diam Atas Titah Rasulullah SAW

abu muhammad - Thursday, December 19, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari Sa'id bin Zaid ra, ia menuturkan, "Ketika Rasulullah SAW berada di dalam Gua Hira, tiba-tiba gunung itu bergerak. Maka Beliau saw memukulkan kakinya ke tanah. Saya mendengar Beliau saw berkata, 
              'Diamlah kamu, Hira! Yang datang padamu tiada lain adalah seorang Nabi.'

jabal nur -gua hira

Maka gunung itu pun diam seketika. Ikut bersama Beliau saw saat itu Sayidina Abu Bakar, Sayidina Umar, Sayidina Utsman, Sayidina Ali, Sayidina Thalhah, Sayidina az-Zubair, dan Sayidina Sa'ad bin Abdurrahman. Semoga Allah merahmati mereka semua.

Jika saja saya mau menyebutkan orang kesembilan dari mereka, tentu saya akan menyebutkannya. Setelah itu, banyak orang yang meminta saya untuk menceritakan peristiwa tersebut."


~HR. Muslim, Abu Nu'aim, dan Ahmad


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Karomah Wali

Karomah Sayid Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ra

abu muhammad - Monday, December 16, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Ia lebih dikenal dengan nama al-Ustadz al-A'dzam al-Faqih al-Muqoddam Abu Alii Jamal al-Muslimin wa al-Islam. Poros para ulama, maha guru syariah dan imamnya para imam thariqoh dan hakikat. Ilmu dan tasawufnya sangat dalam dan luas. Ia pernah tinggal di kutub bumi selama 120 hari. Demikian seperti yang dikatakan oleh Syekh Abdur Rahman as-Saqqof ra.

karamah auliya al faqih al muqaddam
ilustrasi kutub bumi

Diantara karomahnya yaitu ketika pelayannya melakukan perjalanan yang lama di Afrika. Kemudian terdengar oleh keluarganya bahwa pelayan itu telah mati. Merekapun sedih lalu datang kepada al-Ustadz, maka ia menunduk sejenak lalu berkata, "Ia tidak mati di Afrika." Maka ada yang berkata, "Tapi telah ada kabar bahwa ia mati." Ia menjawab, "Aku mencarinya di surga tapi tidak ada, dan si fakir itu tak akan masuk neraka." Kemudian datanglah berita bahwa ia masih hidup dan beberapa saat kemudian iapun pulang. 

Karomah yang lain terlihat pada masa kecilnya. Al-Ustadz tidur qoilulah dan baru terbangun saat iqomah. Ia pun menunjuk ke arah timba, lalu timba itupun keluar dari dalam sumur dalam keadaan penuh air. Ia pun berwudlu dan tidak ketinggalan jama'ah.

Beliau ra memberitahukan hal-hal aneh yang kemudian hal itu benar-benar terjadi. Seperti ia memberitahukan bahwa Baghdad akan tenggelam, kemudian sungai Tigris meluap dengan dahsyat hingga air memasuki pagar kota. Rumah si menteri, gudang Khalifah beserta tiga ratus tiga puluh rumah roboh. Banyak orang yang mati tertimpa rumah itu dan hanyut dalam air. Peristiwa tersebut benar-benar terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 654H. 

Beliau juga pernah memberitahukan bahwa Masjid Nabawi akan terbakar, dan terbukti Masjid terbakar pada bulan yang sama di tahun yang sama. Ia juga memberitahukan tentang Perang Tartar, sebuah musibah yang tiada duanya di jagad ini, yang mengandung segala keburukan dan cacat. Kemudian sang Khalifah terbunuh pada bulan Safar tahun 656H. Ketiga hal tersebut benar-benar terjadi setelah ia wafat.

Ia juga pernah memberitahukan bahwa akan ada banjir besar yang terjadi di Hadlromaut, kemudian lembah-lembahnya mengalir dan menenggelamkan banyak negeri, menewaskan hampir empat ratus jiwa manusia. Dan itu terjadi. 

Syekh ra wafat di Kota Tarim pada tahun 653H, pada usia 79 tahun. 



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Kurma Sahabat Jabir ra Tidak Berkurang Walaupun Sudah dibagi untuk Menyelesaikan Hutang Ayahnya

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari Jabir ra., ia berkata, "Ayahku meninggal dunia dan meninggalkan hutang. Akupun menawarkan kepada orang-orang yang memberi hutang untuk mengambil kurma sebagai pembayaran hutang tersebut. Mereka menolaknya,"

timbunan kurma mukjizat rasulallah saw
ilustrasi panen kurma

Maka aku menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata, "Engkau tahu bahwa ayahku gugur sebagai syahid pada perang Uhud dan beliau meninggalkan banyak hutang, dan saya ingin supaya para pemberi hutang itu melihat Engkau (agar hutang bisa terbayarkan dan mereka ridlo karena ada Rasulullah saw)."

Maka Beliau saw memerintahkan, "Pergilah dan simpanlah semua kurma di suatu sudut." 

Aku segera melaksanakan perintah itu lalu menyeru Beliau saw. Ketika melihatku, maka saat itu mereka (para pemberi hutang) itu seakan menyerbuku.

Ketika melihat apa yang mereka lakukan kepadaku, maka Rasulullah SAW mengelilingi tempat menimbun itu sebanyak tiga kali, kemudian mendudukinya dan berkata, "Panggillah kawan-kawanmu (pemberi hutang itu)."

Lalu Beliau SAW terus-menerus menakar kurma tersebut hingga Allah SWT memenuhi semua amanah ayahku, sedangkan aku senang jika Allah telah memenuhi amanah ayahku dan tidak membawa kembali kurma tersebut kepada saudara-saudaraku. 

Kemudian Allah menyerahkan semua timbunan itu, hingga seakan aku melihat kurma yang ada dalam timbunan yang diduduki Rasulullah saw itu sama sekali tidak berkurang satu bijipun. Masya Allah

~ HR al-Bukhari


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Kelak 'Aisyah ra akan digonggong oleh Anjing-anjing Hau'ab

abu muhammad - Sunday, December 15, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Sabda Beliau saw kepada para istrinya, "Bagaimana (terjadi) ada salah seorang diantara kalian digonggong oleh anjing-anjing Hau-ab" (Musnad Imam Ahmad, Shohih Ibni Hibban, Mushannaf Ibni Abi Syaibah)

kawanan anjing hau'ab
ilustrasi kawanan anjing hau'ab

Dan benarlah terjadi apa yang diberitahukan. Pada perang Jamal, 'Aisyah pergi dengan tujuan ingin mendamaikan antara 'Ali dan Muawiyah. Tatkala ia sampai di sumber air milik bani 'Amir di suatu malam, menggonggonglah anjing-anjing.

Maka 'Aisyah berkata, "Sumber air apa ini?" Mereka menjawab, "Hau-ab."
Maka ia berkata, "Aku kira seharusnya aku kembali."

Namun sebagian orang yang bersamanya berkata, "Bahkan engkau harus terus maju sehingga kaum muslimin melihatmu, lalu Allah mendamaikan di antara mereka."

'Aisyah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah berkata kepada kami suatu hari, bahwa 'Bagaimana (bisa terjadi) ada salah seorang diantara kalian digonggong oleh anjing-anjing Hau-ab.'"

Berita yang benar ini telah terjadi seperti yang Beliau saw sampaikan, sekian tahun sebelum itu terjadi. Maka ini merupakan tanda dari banyak tanda Kenabian Beliau saw. Semoga Allah Ta'ala tunjukan lagi di hadapan dunia ini akan kebenaran dari ajaran Allah SWT dan Islam melalui karamah-karamah auliya' lainnya. 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayidina Muhammad SAW: Berubahnya Kayu Kering Menjadi Pedang

abu muhammad - Saturday, December 14, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Pada perang Badar, pedang milik 'Ukasyah bin Mihsan ra patah, lalu Nabi SAW memberikan kepadanya sebuah ranting keras dari akar kayu kering seraya berkata, "Pukullah dengannya!". Lalu berubahlah ia ditangannya menjadi pedang yang tajam, panjang, putih, dan berbatang sangat kuat. Lalu ia bertempur dengannya. 

ilustrasi pedang sayidina 'ukasyah ra

Pedang tersebut senantiasa berada di sisinya dan ia bawa dalam sejumlah pertempuran, hingga 'Ukasyah gugur sebagai syahid ketika memerangi ahli riddah (orang-orang murtad di masa Abu Bakar ash-Shiddiq ra).

Ini merupakan salah satu tanda kenabian Sayidina Muhammad saw dan mukjizat di luar kebiasaan, yang mengukuhkan kenabian dan risalahnya.

Semoga shalawat dan salam tercurah atas Nabi-Nya, keluarganya, dan para Sahabatnya. 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Karomah Wali

Karomah Syekh Shalih bin Muhamad bin Musa al-Husaini ar-Rayahi al-Maghribi al-Maliki ra

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Beliau dikenal juga dengan az-Zawawi. Beliau banyak menimba ilmu dari para ulama besar Mesir, seperti al-Wali al-Iraki dan Ibnu Hajar, sebelum akhirnya mengambil jalan tasawuf, dan tampaklah pada diri beliau berbagai keajaiban dan karamah.

kurma

Diantara karamah beliau yaitu ketika beliau bisa mendengar tasbih pohon kurma ketika musim buah. Pernah juga beliau berbincang dengan sebatang pohon yang berkata, “Wahai Shalih, makanlah dariku.”

Suatu saat, ketika beliau di Tanah Haram, beliau membeli seikat kayu bakar dari seorang tukang kayu. Beliau lalu menanyakan apakah kayu itu dari barang halal atau haram. Penjualnya berkata bahwa ia halal. Namun ketika beliau menyalakan kayu bakar, kayu bakar itu berteriak, “Demi Allah, Shalih, aku dari barang haram.” Maka beliau mematikan kayu bakar itu. Sejak saat itu tidak ada api yang dinyalakan di Tanah Haram.

Suatu ketika beliau bepergian dengan naik kapal, tiba-tiba badai bertiup dengan kencang, hingga kapal nyaris tenggelam. Beliau segera berdiri, mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Yang Maha Raja telah menggenggam angin ini.” Seketika itu juga angin berhenti bertiup, hingga selamatlah mereka.

Pernah juga beliau membeli seekor unta untuk berangkat haji. Ditengah perjalanan beliau mendengarnya berkata, “Wahai Shalih, punggungku sudah capek.” Maka beliau turun dan berjalan disampinya, selang beberapa waktu, unta itu berkata lagi kepadanya,”Wahai Shalih, aku sudah cukup istirahat, naiklah kepunggungku.”
                                             
Beliau meninggal pada tahun 835H di Mesir, dan disemayamkan disamping Syekh Waliyuddin al-Iraki ra.


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن


Karomah Wali

Karomah Syekh Shibghatullah bin Ruhullah bin Jamalullah al-Baruji ra

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Beliau adalah sosok agung dari Bani Husain, mengambil tarekat Naqsyabandiyah. Sosok guru agung yang ma’rifat kepada Allah SWT. Menjadi pemuka pada zamannya dalam pengetahuan ketuhanan. Beliau memiliki berbagai karamah yang sangat mengagumkan.


Diantara karomahnya yaitu sebagaimana dikisahkan oleh seorang muridnya al-Mulla Nidzamuddin, Ketika aku menjadi pelayan beliau, suatu malam aku teringat akan negeri dan keluargaku, maka aku segera menangis tersedu. Beliau kemudian menenangkan aku dan berkata, 'Apa yang membuatmu menangis?’ Maka aku mengatakan, ‘Jarak begitu jauh memisahkan, dan aku semakin rindu dengan negeri dan keluargaku.’

Saat itu kami selesai mengerjakan shalat isya di Hunaihah. Beliau berkata kepadaku, 'Mendekatlah kepadaku.' Saat aku mendekati sajadah yang diduduki beliau, beliau segera mengangkat sajadah itu, maka tampaklah negeri dan rumahku. Tanpa aku sadari aku sudah di rumah saat penduduk baru saja menyelesaikan shalat isya.  

Aku segera mengucapkan salam dan masuk ke dalam rumahku. Malam itu aku berkumpul bersama keluargaku, hingga akhirnya aku shalat subuh bersama mereka. Setelah itu kudapati diriku sudah disamping Syekh Shibghatullah lagi.”

Beliau wafat pada 16 Jumadil Ula tahun 1015H dan dikebumikan di pemakaman Baqi’ al-Gharqad. Kisah ini dituturkan oleh al- Muhibbi.


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن


Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Ucapannya yang Menjadi Kenyataan

abu muhammad - Thursday, December 12, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari Unaisah binti Zaid ibn Arqom, dari ayahnya bahwa Nabi SAW menemui Zaid untuk menjenguknya saat ia sakit. Beliau bertanya, "Sakitmu ini tak berbahaya, tetapi bagaimana jika engkau masih hidup sepeninggalku tapi kamu buta?"



Ia menjawab, "Aku bermuhasabah dan bersabar." 

Beliau bersabda, "Kalau begitu kamu masuk surga tanpa hisab."

Unaisah berkata, "Maka sepeninggal Rasulullah SAW., Zaid menjadi buta, lalu Allah SWT mengembalikan penglihatannya sebelum ia wafat."

HR. al-Baihaqi dalam Kitab Dala'il an-Nubuwah. 


Notes: Sesungguhnya Rasulullah SAW mengetahui yang akan terjadi didepan, sehingga ucapannya adalah penglihatannya didepan. Ucapannya dari Nur Ilahiyah. Sedangkan sayangnya Rasulullah pada sahabatnya yang ini adalah doanya (yang insya Allah dikabulkan dan menjadi ketetapan) dimana Sahabat tersebut akan masuk surga tanpa hisab, karena ridlo dan sabar akan kebutaannya itu kelak. Karena dunia adalah ujian. Sahabatnya berhasil menempuh ujian didepan tersebut dengan bekal kejadian ini. Begitulah Rasulullah saw mementingkan akhirat yang kekal dibanding kesenangan dunia yang sementara.




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Makanan Yang Disajikan Menjadi Banyak

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari Anas ra, ia berkata, "Nabi Muhammad SAW sedang menjadi pengantin dengan Zainab. Ibuku, Umi Salim mengambil kurma, minyak samin, dan keju untuk dibuat kue. Kemudian aku meletakannya di dalam wadah kecil. Ibuku berkata, "Wahai Anas, bawalah kue ini untuk Rasulullah SAW dan katakanlah, saya diutus oleh ibuku untuk menyampaikan makanan ini dan ibu menyampaikan salam untukmu dan berkata, 'Ini sedikit makanan untukmu wahai Rasulullah.'"


kue pernikahan

Akupun pergi dan menyampaikan apa yang disampaikan oleh ibuku. Rasulullah saw bersabda, "Letakkanlah, lalu undanglah si A, si B, juga siapa saja yang kamu temui." 

Akupun mengundang orang-orang yang disebut namanya oleh Rasulullah saw dan orang yang aku temui. Lalu aku kembali dan rumah itu sudah penuh penghuni. Anas ditanya, "Berapa jumlah kalian?" Ia menjawab, "Kurang lebih tiga ratus".

Aku melihat Rasulullah saw meletakkan tangan di atas kue itu dan mengucapkan entah apa. Kemudian beliau memanggil sepuluh-sepuluh undangan untuk makan dan beliau berkata kepada mereka, "Sebutlah nama Allah dan hendaklah masing-masing makan yang ada di dekatnya." Merekapun makan hingga kenyang. Setiap satu kelompok keluar, masuklah kelompok yang lain hingga semuanya kebagian makan. 

Lalu Beliau saw memerintahkan kepadaku, "Angkatlah hai Anas." Akupun mengangkatnya aku tak tahu apakah makanan itu menjadi banyak ketika aku angkat ataukah ketika kuletakkan."

HR al-Bukhari dan Muslim


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Mengetahui dengan pasti Letak Matinya Musuh-musuh Sebelum Perang Badar dengan Tepat

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



ilustrasi lokasi mati tanaman sebagai lokasi mati musuh Nabi diperang Badar
Dari Anas ra, ia berkata, "Sesungguhnya saat kedatangan Abu Sufyan, Rasulullah saw bermusyawarah. Sa'ad ibn Ubadah berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, jika engkau memerintahkan untuk menceburkannya ke dalam laut, tentu kami ceburkan dia. Dan jika engkau perintahkan agar kami mencabik hatinya ke dalam telaga, tentu kami akan melakukannya."
Rasulullah saw kemudian menyeru kepada para sahabat, maka merekapun berangkat hingga ke Badar. Rosulullah saw bersabda, "Ini  adalah tempat tersungkurnya si A, sambil meletakan tangan di tanah bagian sana dan sini."
Dan tak satupun dari mereka yang menyimpang dari tempat yang ditunjuk oleh Rasulullah saw. Semuanya. Masya Allah... Hal ini ada dalam HR. Imam Muslim. 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Sahabat Nabi

Karomah Sayidina Ghalib ibn Abdullah al-Laitsi ra

abu muhammad - Wednesday, December 11, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Ibn Sa'ad meriwayatkan dari Jundub ibn Mikyats al-Jahni, ia berkata, "Rasulullah saw mengirim Ghalib ibn Abdillah al-Laitsi dalam sebuah perang. Beliau memerintahkan para pasukan untuk menyerang Bani al-Muluh di al-Kidyah. Kamipun menyerang mereka dan memberi minum unta-unta kami."

ilustrasi banjir

Maka kaum itu berteriak kepada teman-temannya lalu datanglah pasukan yang sangat banyak. Kami pun keluar menuju tempat itu dan menuruninya, hingga kami bertemu dengan kaum yang bisa melihat kami.

Antara kami dan mereka hanya terpisah oleh jurang dan kami menghadap ke arah jurang. Tiba-tiba Allah SWT  mendatangkan apa yang dikehendaki dan memenuhi jurang itu dengan air. Demi Allah, hari itu kami tak melihat mendung maupun hujan, tapi air itu datang hingga tak seorangpun bisa menyeberang. 

Kami melihat mereka berdiri dan melihat kami. Merekapun tak bisa mengejar kami. Pada dasarnya ini adalah tanda akan kebenaran agama Islam, bukan hanya karomah bagi Ghalib semata. 



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن



Karomah Wali

Karomah Syekh Samnun bin Hamzah al-Khawas ra

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Beliau adalah sosok ulama yang makrifat dan pemuka kaum sufi, berasal dari Basrah dan tinggal di Baghdad. Beliau mengambil tarekat dari as-Sirri as-Saqothi ra dan lain-lain, hingga akhirnya berhasil menjadi sosok yang amat berwibawa.

ilustrasi burung dikisah syekh samnun

Diantara karomah beliau adalah sebagaimana dituturkan dalam Fawatih al-Jamal yaitu ketika beliau berbicara tentang kecintaan kepada Allah SWT., maka lampu-lampu hias bergerak goncang ke kiri dan kanan. Disebutkan juga dalam ar-Raudl bahwa ketika beliau membicarakan cinta pada Allah, maka lampu-lampu hias di masjid pecah semuanya karena goncangannya. 

Kemudian ada seseorang bertanya pada Beliau, "Mengapa engkau selalu berbicara tentang cinta?" Beliau menjawab, "Aku belum menjumpai dimuka bumi ini ada orang yang bisa membicarakannya dengan mudah."

Suatu hari ada seekor burung hinggap ditangannya, beliau berkata, "Ahh, bisakah kamu menerimanya?" (diajak bercakap ☺) Kemudian Beliau membicarakan kecintaan kepada Allah SWT., dan segeralah paruh burung itu bergetar tertunduk ke tanah, hingga darah mengalir dan tergelepar mati. 

Beliau wafat di Nisabur pada tahun 298H. Kisah ini dituturkan oleh al-Manawi. 
رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Karomah Wali

Karomah Syekh Abu Amr Utsman bin Abdullah bin Muhammad bin Yahya al-'Ayani ra

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Beliau adalah orang yang sangat zuhud, tidak bergantung pada hal-hal dunia, seorang wali besar, banyak waktunya ia gunakan untuk beruzlah (mengasingkan diri), jarang sekali keluar rumah kecuali untuk shalat Jum'at. Ia hanya belajar di rumahnya. Ia adalah orang yang selalu berpegangan teguh pada sunah dan banyak mempunyai karamah.


Diceritakan, suatu ketika Syekh Utsman bicara dengan anak dari saudara laki-lakinya, beliau berkata, "Aku akan memberitahumu tentang mimpiku, tolong jangan beri tahu orang lain. Namun jika aku tela mati terserah kamu. Aku bermimpi melihat Nabi saw kemudian ia merendahkan badannya daripadaku dan menciumku, diantara kedua mataku. Aku berdoa, 'Yaa Allah semoga Kau jadikan itu sebagai titipan dan simpanan, maka ampunilah aku wahai Zat Yang Maha Mengampuni.' Maka aku berpikiran, bahwa umurku tidak lama lagi."

Keponakan itu bertanya dengan herannya, "Kenapa begitu?" Beliau kembali melanjutkan perkataannya, "Sesungguhnya Khatib bin Nabatah bermimpi melihat Nabi SAW, ia dicium didalam mimpinya dan ia hidup hanya dua belas hari setelahnya."

Kurang dari sepuluh hari dari kejadian tersebut, Syaikh Utsman bin Abdullah meninggal dunia. Beliau wafat tahun 713H. Pada saat meninggal beliau berumur 63 tahun. Sama dengan umur Nabi saw ketika Beliau wafat. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Syarji.


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن


Karomah Wali

Karomah Sayidina Ja'far As-Shadiq ra (Bagian 2)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Imam al-Laits juga pernah bercerita mengenai karomah Syaikh Ja'far ash-Shadiq ra. Beliau mengatakan, pada tahun 113H, saya melakukan ibadah haji. Saya melaksanakan shalat ashar setelah mendaki Abaqubais. Disana saya melihat ada seorang laki-laki sedang duduk sambil berdoa. Beliau berdoa, "Ya Tuhan, hingga nafas ini berakhir". Kemudian berdoa lagi, "Yaa Allah, Zat Yang Maha Hidup, hingga nafas ini berakhir". Beliau melanjutkan, "Yaa Allah, saya ingin sekali memakan kurma, maka anugerahkanlah buah itu untukku. Yaa Allah sesungguhnya kedua pakaianku ini telah kusam, maka anugerahkanlah pakaian baru untukku."

ka'bah 1965

Demi Allah, sungguh luarbiasa doa beliau. Seusai beliau berdoa, tiba-tiba saya melihat satu keranjang penuh berisi kurma. Padahal pada saat itu bukan lagi musim buah kurma. Aku juga melihat dua pakaian spesial yang tidak pernah aku lihat sebelumnya di dunia ini. Ketika beliau akan makan, saya katakan pada beliau, "Wahai Syekh, jangan lupakan saya, saya adalah temanmu. Saat engkau sedang berdoa, sayalah orang yang menjawab 'amin' atas doamu".

Kemudian beliau mempersilahkan saya untuk makan. Saya pun bersegera makan kurma yang telah dipersilahkan. Kurma itu sangat segar sekali. Saya belum pernah merasakan kurma senikmat kurma yang diberikan beliau. Berkali-kali kami makan kurma itu dari keranjang, namun keranjang itu tetap saja penuh. 

Setelah itu beliau mengatkan padaku, "Jangan berkecil hati dan menyembunyikan sesuatu". Tak lama kemudian, beliau mengambil sepotong pakaian dan memberikan sepotong pakaian lagi kepadaku. Saya katakan pada beliau bahwa saya tidak membutuhkannya. Beliau memintaku seupaya mau menerimanya, namun saya tetap saja tidak mau. Akhirnya beliau mengambil kembali baju itu. Setelah itu, beliau bertemu dengan seorang laki-laki di tempat sa'i. Beliau katakan pada laki-laki itu, "Ambillah pakaian ini wahai putra bin Rasulullah". Pakaian ini adalah anugerah Allah SWT untukmu".

Setelah itu, Beliau memberikan pakaian itu kepada orang yang ditemuinya itu. Sesudah itu saya bertanya kepada orang yang diberi itu, "Siapakah orang itu?" Dia menjawab, "Beliau adalah Ja'far bin Muhammad".

Beliaulah Salaf as-Shalih yang utama d jamannya, adalah beliau putra dari Muhammad al-Baqir ra, putra dari Ali Zainal Abidin ra, putra al-Husein ra, putra Sayidina Ali kw. Alfatihah untuk beliau... 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mutiara Hikmah Sufi

Hikmah Sufi Bagian 1

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



"Peraslah jasadmu dengan mujahadah sehingga keluar minyak kemurnian" 

"Barangsiapa yang menginginkan keridloan Allah hendaklah mendekatkan diri kepadaNya di akhir malam, karena keajaiban dan kelembutan Allah Ta'ala berada di akhir malam."

"Siapapun dengan penuh kesungguhan mendekatkan diri kepada Allah SWT maka terbukalah baginya khazanah perbendaharaanNya."

mutiara sufi ibarat cahaya yang menerangi
"Sumber segala kebaikan dan pangkal segala kedudukan dan keberkahan akan dicapai melalui ingat kepada kematian, ingat saat berada dalam kubur, dan ingat saat telah menjadi bangkai."

Keridloan Allah SWT dan Rasul-Nya terletak pada muthola'ah (mempelajari dan memperdalam) al-Qur'an dan al-Hadits serta kitab-kitab Islam."

"Meninggalkan dan menjauhi Ghibah adalah raja atas dirinya, menjauhi Namimah adalah ratu atas dirinya, Baik sangka pada orang lain adalah wilayah dirinya, duduk bercampur dalam majelis dzikir adalah keterbukaan hatinya."


( Petikan Nasihat dari as-Sayyid Abdullah bin Abu Bakr Alaydrus al-Akbar ra)

رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Karomah Wali

Karomah Sayidina Ja'far As-Shadiq ra (Bagian 1)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Beliau adalah salah seorang pemimpin besar yang berasal dari ahli al-bait. Ketika menginginkan sesuatu, beliau cukup berdoa, "Wahai Tuhan, saya butuh ini". Sebelum doa selesai, tiba-tiba apa yang diminta sudah ada disampingnya. 

Abah Anom, auliya muta'akhirin

Salah satu karomah Ja'far as-Shodiq ra yaitu pada saat berlari-lari kecil dari Bukit Shafa menuju Marwah (sa'i) bersama syekh Mansyur. Ketika sedang melakukan ibadah haji, Syekh Mansur menghadirkan beliau dan orang sa'i. Beliau bertanya kepada mereka, "Apakah kalian berani bersumpah?" Dia pun menjawab, "Iya". Kemudian Ja'far mengucapkan sumpahnya di hadapan Syekh Mansur sesuai apa yang beliau lihat. Kemudian giliran laki-laki itu yang bersumpah. Dia berhenti sejenak, lalu bersumpah, "Demi Allah, Ja'far telah melakukan ini dan itu". Tiba-tiba sebelum sumpahnya selesai, laki-laki itu meninggal di tempatnya. 

Diantar karomah Syekh Ja'far ra yang lain yaitu ketika ada seorang pemberontak membunuh majikannya. Kemudian tepat pada malam harinya, Syekh Ja'far terus menerus melakukan shalat kemudian berdoa hingga menjelang subuh. Tak lama kemudian, terdengar keramaian atas kematian pemberontak tersebut. 

Selain itu, karomah Syekh Ja'far as-Shadiq ra juga tampak pada saat mendengar perkataan al-Hikam bin al-Abbas yang akan membunuh pamannya yang bernama Zaid. Al Hikam mengatakan, "Kami akan menyalib Zaid untuk kalian di pohon kurma itu. Kami ingin melihat Mahdi disalib di pohon kurma". Mendengar perkataan tersebut, Ja'far as-Shodiq ra langsung berdoa, "Yaa Allah berilah dia kekuatan untuk mengalahkan seekor anjing dari anjing-anjing Engkau". Seusai berdoa, tiba-tiba datanglah seekor singa menerkam al-Hikam hingga mati.



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

sifat ulama akhirat

Sifat-Sifat Ulama Akhirat (Bagian 1)

abu muhammad -

بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Allah SWT berfirman, 

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا
"Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami"."




Dari Anas disebutkan bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang mendalam ilmunya. Beliau menjawab, "Orang yang benar sumpahnya, jujur lidahnya, istiqamah hatinya, dan selalu menjaga perut dan kemaluannya. Itulah orang-orang yang mendalam ilmunya." (HR Ibn Jarir, Ath Thabrani dalam al Kabir, dan Ibn Abu Hatim)


Sebagian ulama mengatakan, "Orang yang mendalam ilmunya adalah orang yang didapati dalam ilmunya empat hal: takwa antara dirinya dan Allah, tawadhu' antara dirinya dan makhluk, zuhud antara dirinya dan dunia, dan bermujahadah antara dia dan dirinya sendiri." (Tafsir al Baghawi)

Imam al-Ghazali mengatakan, "Ada lima perkara yang merupakan tanda-tanda ulama akhirat, yang dapat dipahami dari lima ayat dalam Kitabullah, yaitu rasa takut, khusyuk, tawadhu', akhlak yang baik, dan mendahulukan akhirat dibandingkan dunia, yakni zuhud."

Rasa takut diantaranya terdapat dalam firman Allah Ta'ala,

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama 
(QS Fathir: 28)
Khusyuk diantaranya terdapat dalam firman Allah Ta’ala,

خَاشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا
Sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. (QS Al Imran: 199)

Tawadlu’ diantaranya terdapat dalam firman Allah Ta’ala,

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hijr: 88)

Akhlak yang baik diantaranya terdapat dalam firman Allah Ta’ala,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. (QS Al-Imran: 159)

Sedangkan zuhud diantarnya terdapat dalam firman Allah Ta’ala,

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu, “kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.” (QS Al-Qashash: 80)

Demikian keterangan dari kitab al-Ihya.

Ibn Umar mengatakan, “Seseorang tidak akan menjadi ahli ilmu hingga dia tidak iri terhadap orang yang berada di atasnya, tidak merendahkan orang yang berada dibawahnya, dan tidak mengharapkan imbalan dari ilmunya.”

Adapun asy-Sya’bi mengatakan, “Seorang faqih hanyalah orang yang wara’ dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah, sedangkan orang alim adalah orang yang takut kepada Allah.”

Seseorang mengatakan kepada al-Hasan al-Bashri, “Sesungguhnya para ahli fiqih kami mengatakan, ‘Begini…’” Maka berkatalah al-Hasan, “Apakah engkau hanya melihat seorang faqih saja? Sesungguhnya seorang faqih adalah orang yang zuhud di dunia, mengharapkan akhirat, memahami agamanya, dan senantiasa beribadah kepada Tuhannya.” 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن


Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayidina Muhammad SAW: Bumi Tak Mau Menerima Mayat Musyrikin

abu muhammad - Monday, December 9, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


Adalah Yang Utama mengungkap bagaimana Mukjizat Rosulullah Muhammad saw. Adapun beberapanya kami akan ulas per artikel demi artikel karena banyaknya kemuliaan Beliau saw. Shalawat serta Salam kami sampaikan pada Baginda Muhammad Rosulullah SAW karena betapa banyaknya kemuliaan yang Allah Ta'ala berikan, menjadi bukti kebenaran dirinya sebagai Nabi dan Rasul juga membuktikan kebenaran Islam dari selainnya.

kaligrafi asma rasul

Dari Anas RA., ia berkata, "Sesungguhnya seorang laki-laki menulis surat kepada Nabi Muhammad SAW., lalu ia keluar dari Islam dan bergabung dengan kaum Musyrikin."

Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya bumi tak mau menerimanya."

Kemudian Abu Thalhah memberitahuku bahwa ia telah datang ke bumi dimana ia meninggal dan ia temukan orang tersebut terbuang. Maka ia bertanya, "Apa yang terjadi dengannya?"

Mereka menjawab, "Kami telah menguburnya berkali-kali, tapi bumi tak mau menerimanya." 

(HR. Bukhari & Muslim) 


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Karomah Wali

Karomah Muhammad ibn al-Fadl ra

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"


kaligrafi abu yazid albusthami ra

Salah seorang imam sufi dan ahli fikih mazhab Syafi'i. Ia meninggal di Bustham dan dimakamkan di sisi makam Abu Yazid al-Busthami. Pada malam ketika ia hendak wafat, ia mimpi melihat Abu Yazid al-Busthami sedang menyapu di pemondokan dan mengisi beberapa wadah, serta berkata, "Besok ada seorang laki-laki saleh dimakamkan di sisiku."

Ketika penggali kubur meletakkannya dalam liang, maka liang itu meluas luarbiasa hingga ia pun pingsan.

Asy-Syaikh Muhammad ini wafat pada tahun 538H.


رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن