Karomah Wali

Karomah Syekh Muhammad ibn Abdillah ad-Dahni

abu muhammad - Sunday, January 5, 2020 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"




Nisbat kepada Dihnah, sebuah suku di Yaman. Ia seorang sufi yang besar.

Ia berkata, "Kami mengalami krisis serius, sehingga keluarga kami hampir binasa. Kemudian kami pergi menemui seorang pedagang dan meminta sesuatu, tapi ia tak memberi. Akupun teringat kepada sebuah hadis yang kudengar dari Rasulillah saw. Beliau saw bersabda, 'Antara terbitnya fajar hingga terbitnya matahari ada suatu waktu yaang menyerupai saat-saat di surga, di dalamnya doa tidak akan ditolak.'


Maka aku berkata pada anak-anakku, 'Mari kita berdoa pada waktu tersebut'

Kamipun berdoa selama tujuh hari, dan pada hari ke tujuh, aku pergi mandi di sebelah dinding, tiba-tiba dinding itu mengeluarkan banyak mistqal (dinar). Akupun menutup wajahku dan berkata, 'Yaa Tuhanku, aku tidak menginginkan ini, melainkan untuk sekedar menghilangkan kemelaratan. Lalu aku buka wajahku dan mistqal itu telah tertutup.'

Kemudian pedagang itu mendatangi kami dengan membawa seribu dirham.

Ia berkata, 'Aku bermimpu melihat Rasulallah saw dan berkata kepadaku, 'Hutangilah ia seribu dirham'."

Al fakih Ahmad ibn Musa Ujail berkata, "Kemudian aku mencari hadis di atas dan kutemukan dalam al-Arba'in al-Ajiriyah."




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن


Karomah Wali

Karomah Syekh Ar-Rabi' bin Kharasy ra

abu muhammad - Friday, December 27, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Beliau termasuk salah satu tabi'in. Ats Tsa'labi menuturkan dalam al-Ulum al-Fakhirah fi Ulum al-Akhirah: As-Suhaili menuturkan riwayatnya setelah kisah Zaid bin Kharijah al-Anshari yang dapat bercakap-cakap setelah kematiannya, dimana hal ini mendapat pembenaran dari Nabi Muhammad SAW.
makam baqi

Ia berkata, "Cerita ini sama dengan cerita ar-Rabi' bin Kharasy, saudaranya Rub'i bin Kharasy." Rub'i mengkisahkan, "Ketika saudaraku meninggal dan kami duduk disampingnya untuk mengkafaninya, tiba-tiba wajahnya merekah dan berkata, 'Assalamu'alaikum.' Aku menjawab, 'Subhanallah, apa yang terjadi setelah mati?' Jawabnya, 'Tuhanku menjumpaiku dengan ruh dan semerbak keharuman, tanpa sedikitpun tergurat raut kemarahan, lalu Tuhanku menyelimutiku dengan pakaian hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal. Maka segeralah menyusulku bertemu dengan Baginda Rasulullah SAW., sungguh, beliau telah bersumpah bahwa seseorang tidak akan beruntung sampai ia bertemu dengan beliau, dan sungguh perkaranya tidak seremeh apa yang kalian sangka, maka jangan sampai kalian tertipu.'" Kemudian ia kembali mati.



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Nabi Menyembuhkan Mata Sahabatnya Yang Cacat

abu muhammad - Friday, December 20, 2019 -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Dari al-Haitsam bin 'Adi, dari ayahnya, ia menuturkan bahwa pada perang Uhud, mata ayahnya yaitu Qatadah bin an-Nu'man ra terluka sehingga keluar bola matanya. Beliau mengalami sakit yang sangat dan diprediksi harus diputus yang tentu akan mengakibatkan buta selamanya.


Saat itu, ia pun memberanikan diri datang menghadap Nabi SAW dengan menunjukkan biji matanya, "Apa ini, Qatadah?" tanya Beliau saw kaget. "Ya, seperti yang engkau lihat, yaa Rasulallah!" kata Qatadah sedih. 


Kemudian Beliau saw berkata,
"Kalau kamu mau bersabar, surgalah balasannya. Tetapi kalau kamu ingin matamu kembali seperti semula, maka aku akan berdoa kepada Allah untuk hal itu."


"Wahai Rasulallah, -kata Qatadah-, sesungguhnya surga adalah balasan dan pemberian yang sangat agung. Tetapi saya adalah orang yang sangat mencintai perempuan. Bagaimana nanti kata mereka setelah diketahui bahwa mata saya juling. Mereka akan menolak cinta saya. Oleh karena itu, saya mohon engkau sembuhkan mata saya lalu berdoa kepada Allah agar saya dapat masuk surga." demikian Qatadah memelas. 

"Baiklah, aku akan melakukannya untukmu, wahai Qatadah." kata Rasulullah SAW.


Setelah berdoa kepada Allah, Rasulullah saw memegang biji mata Qatadah dari tangannya lalu mengembalikannya di tempat semula. Sejak saat itulah, kedua biji mata Qatadah terlihat indah berseri sampai ia meninggal dunia. Dan beliau saw pun mendoakannya agar ia termasuk ahli surga.

(HR. Abdul Baqi dalam Mu'jam ash-Shahabah, al-Asqalani dalam al-Ishabah, dan as-Syuyuthi dalam ad-Durr al-Mantsur)



رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Air Memancar dari Jari-Jemari Rasulullah (2)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Pada Perang Hudaibiyah, para prajurit banyak yang kehausan. Rasulullah SAW sendiri mempunyai bejana berisi air. Setelah berwudlu dari bejana itu, beliau saw berkata di hadapan para sahabatnya, "Apakah kalian juga ada air untuk berwudlu?" Mereka menjawab, "Kami tidak mempunyai air yang cukup untuk berwudlu. Untuk keperluan minumpun, kami mengambilnya dari bejana yang engkau punya."

Maka Nabi saw meletakkan tangannya di bejana tersebut. Tiba-tiba air keluar dengan deras dari sela-sela jari beliau saw bagaikan sumber air.

Dari air itulah, kami minum dan berwudlu, "Berapa orang mereka saat itu?" Tanya saya (rawi) pada Jabir. Jabir menjawab, "Kami berjumlah lima belas ribu orang. Sementara air itu banyak sekali dan cukup untuk kapasitas seratus ribu orang." (HR. Bukhari)

ilustrasi jari menyentuh air

Dalam riwayat lain, masih dari Sayidina Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW berkata, "Hai Jabir, umumkan pada mereka untuk berwudlu. Jangan sesekali mereka meninggalkan wudlu!" Jabir menjelaskan, "Wahai Rasulallah, saya tidak menemukan air, walau setetes pun di kalangan mereka." 

Adapun Rasulullah saw biasanya ada seorang Anshar yang dengan rutin memberikan airnya untuk Beliau saw. Maka Beliau saw menyuruh saya untuk mendatangi orang Anshar tersebut.

Setibanya di rumahnya, saya hanya menemukan sedikit air di sebuah gerabah (kantong air yang terbuat dari kulit) yang menyantel di kayu. Jika saya menumpahkannya, tentu jatah air minum dia akan habis. Tetapi Rasulullah saw tetap menyuruh saya untuk membawa gerabah itu ke hadapannya.

Selanjutnya Rasulullah saw memegang gerabah itu dengan tangannya sambil berdoa. Kemudian Beliau saw menyuruh saya untuk menumpahkan air yang ada di gerabah itu ke sebuah mangkok besar. Setelah saya mencari mangkok pada mereka, akhirnya ada orang yang mengantarkannya pada saya. Mangkok itu langsung saya berikan pada Rasulullah saw.

Beliau saw meletakkan kedua tangannya di atas mangkok itu sambil mereggangkan jari-jemarinya. Setelah meletakkan tangannya di bawah mangkok tersebut, beliau saw berkata, "Hai Jabir, tumpahkan mangkok itu padaku dan bacalah Basmalah!" Maka saya pun menumpahkannya pada Beliau saw sambil membaca Basmalah.

Tiba-tiba saya melihat air keluar dari sela-sela jari Rasulullah saw. Kemudian Beliau saw memisahkan mangkok itu. Dan airpun berputar sampai penuh. Setelah itu, Beliau saw berkata, "Hai Jabir, panggillah siapa saja yang membutuhkan air!"

Begitulah saya memanggilnya, mereka pun berdatangan dan minum sampai puas. Lalu Rasulullah saw mengangkat tangannya dari mangkok itu." (HR. Muslim)




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن

Mukjizat Nabi SAW

Mukjizat Sayiduna Muhammad SAW: Air Memancar dari Jari-Jemari Rasulullah (1)

abu muhammad -
بسم الله الرحمن الرحيم 
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"



Anas bin Malik ra menuturkan, bahwa suatu ketika Nabi saw berada di Zaura'. Beliau saw dibawakan sebuah tempat yang berisi sedikit air. Kemudian beliau saw menyuruh para sahabatnya untuk berwudlu dengan air tersebut. Setelah beliau meletakkan telapak tangannya di air itu, tiba-tiba air dengan deras memancar dari sela-sela dan ujung jarinya, sampai mereka selesai berwudlu.

"Berapa jumlah kamu itu?" tanya perawi pada Anas ra. Anas menjawab, "Kami berjumlah tiga ratus orang." (HR. Muslim dan al-Baihaqi)

ilustrasi air untuk wudhu

Ibnu Abbas ra meriwayatkan, pada suatu pagi Rasulullah SAW mengadakan perjalanan bersama para sahabatnya, rupanya mereka telah kehabisa air. Seseorang mengadukan hal itu pada Nabi SAW., "Wahai Rasulallah, persediaan air di kalangan para prajurit telah habis." Kemudian Beliau saw bertanya, "Apakah kamu mempunyai sedikit air?" "Ya," jawab orang itu. "Kalau begitu, bawa air itu padaku!" Maka orang tersebut membawa sebuah wadah kepunyaannya yang berisi sedikit air.

Selanjutnya Rasulullah SAW meletakkan jari-jemari tangannya di bibir wadah sambil meregangkannya. Tiba-tiba ada sumber air memancar dari sela-sela jarinya. Lalu Beliau saw menyuruh Bilal ra untuk mengumandangkan wudlu pada mereka, "Panggillah orang-orang untuk berwudlu dari air yang diberkahi ini" (HR. Ahmad dan al-Baihaqi)

Dari Abdullah, ia berkisah, suatu saat kami melakukan perjalanan bersama Rasulallah saw. Para prajurit mengeluhkan kurangnya persediaan air. Kemudian ada orang yang membawa sebuah wadah berisi air pada Nabi saw. Maka beliau saw meletakkan tangannya di wadah itu sambil meregangkan jari-jarinya. Tiba-tiba -kata Abdullah- saya melihat air memancar dari jari-jemari Rasulullah saw. Beliau berkata, "Marilah kita berwudlu dan mengambil keberkahan dari Allah Ta'ala"

Al-A'masy menuturkan sebuah riwayat yang diterimanya dari Salim bin Abul Ja'd, ia bertanya pada Jabir bin Abdullah, "Berapa jumlah para prajurit pada saat itu?" Jabir menjawab bahwa semuanya ada 1500 (seribu lima ratus) personel." (HR. Bukhari)




رب فانفعنا ببرگتهم ، واهدناالحسنی بحرمتهم
وأمتنا فی طريقتهم ، ومعافاة من الفتن